Sekda Ikuti Zoom Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah

21 November 2022 | Administrator | 34 Dilihat

Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan  Saipul, S.Sos.,M.I.P ikuti giat virtual zoom meeting rapat tim pengendalian inflasi daerah di ruang rapat sekda pada senin (21/11/2022). Turut hadir dalam giat tersebut Dandim 0427/WK, Kapolres serta Kajari dan Kepala Dinas yang telah ditentukan.

Dalam rapat tersebut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Drs. Isy Karim, M.Si. membahas terkait Perkembangan Harga Barang Kebutuhan Pokok Nasional, Sebagian besar harga barang kebutuhan pokok per 18 November 2022 berada dalam kondisi yang stabil bahkan dalam tren penurunan yang signifikan jika dibandingkan bulan lalu dan minggu lalu kecuali Bawang Merah dan Kedelai yang memerlukan perhatian khusus. Pemerintah mengoptimalkan program KPSH dan penguatan cadangan pangan pemerintah oleh BULOG sebagai langkah mitigasi kenaikan harga Beras, Secara nasional, harga beras medium masih menunjukkan tren kenaikan.Sejumlah daerah masih mencatat kenaikan harga, 67 kab/kota naik 0-5% dan empat kab/kot naik >5% ,sehingga Perlu mengoptimalkan intervensi pasar melalui intstrumen KPSH terutama bagi daerah yang harga beras Medium naik di atas HET. Oleh sebab itu Pemda (Dinas Perdagangan) agar bekerja sama dengan Bulog dalam menyediakan Beras KPSH di Pasar Rakyat dan memasang spanduk sehingga diketahui masyarakat. Kemudian Secara nasional, harga kedelai masih menunjukkan tren kenaikan Harga Kedelai Internasional juga menunjukkan tren kenaikan sejak akhir Oktober. Data AKINDO stok kedelai awal Oktober sebesar 150.000 ton dan akan masuk sekitar 160.000 ton, lebih rendah dari pemasukan normal 200.000 ton. Tinjauan yang telah dilakukan yaitu perpanjangan pemberian bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai Rp1.000/kg untuk pengrajin tahu tempe sampai dengan 31 Desember 2022.

Kemudian Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Dr. Andriko Noto Susanto, SP., MP menyampaikan kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan serta aksi pengendalian inflasi badan pangan nasional. Tingkat inflasi indonesia pada oktober 2022 sebesar 5.71% (YoY) turun 0,25% dibandingkan september 2022. Salah satu faktor inflasi terkendali yaitu pangan sebesar 6,76% vs 7,71% (pada september 2022). Komoditas beras menjadi kontributor tertinggi terhadap inflasi pangan nasional, hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama pemerintah pusat dan daerah karena tren peningkatan harga beras telah terjadi sejak bulan juli 2022. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada september 2022 memberikan andil deflasi 0,08%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah bawang merah (-0,06%), cabai merah (- 0,05%), minyak goreng (-0,03%), tomat (-0,02%), dan cabai rawit (0,02%).

Prognosa neraca pangan nasional periode januari-desember 2022 terkhususnhya update 22 oktober 2022 yang harus diperhatikan yaitu perlu segera dilaksanakan pengadaan CBP karena posisi stok beras di BULOG kurang dari 700 ribu ton, diperlukan percepatan realisasi impor komoditas kedelai dan bawang putih, adapun evaluasi untuk bulan januari sampai oktober yaitu perlu mempersiapkan teknologi untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas holtikultura, melakukan percepatan distribusi pangan antar wilayah serta penguatan stock pangan nasional. Harga GKP, GKG dan beras medium terus meningkat sejak bulan Juli 2022 hingga saat ini. Harga GKP tingkat petani meningkat 15,7%, harga GKG di penggilingan meningkat 11,4% dan harga beras medium di tingkat konsumen mengalami kenaikan 4,26% dari Rp 10.700/kg di bulan Juli 2022 menjadi Rp 11.192/kg. Adapun Aksi yang akan dilakukan Badan Pangan Nasional Dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Serta Pengendalian Inflasi Nasional Dinas Pangan Prop/Kab/Kota yaitu Lebih proaktif dalam upaya mobilisasi bahan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, Optimalisasi OP/GPM/BPM khususnya di 90 kab/kota barometer inflasi (IHK), Monev pasokan dan harga pangan di produsen dan konsumen setiap hari diseluruh wilayah, Melakukan rakor dengan stakeholder terkait dalam pengendalian inflasi pangan.

 

Penulis : Fhajar Gunando Marga S.Kom

Photo by : Bhakti Al Hikmah