Wakil Bupati Hadiri Launching Restorative Justice Se-Way Kanan

16 November 2022 | Administrator | 19 Dilihat

Wakil Bupati Kabupaten Way Kanan Drs Ali Rahman, ST., MT menghadiri kegiatan Launching Restorative Justice dan peresmian  Rumah Restorative Justice Balai Tiuh ADHYAKSA di Kampung Lembasung, pada Rabu (16/11/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H., Dalam sambutannya beliau menyampaikan restorative justice adalah alternatif penyelesaian perkara tindak pidana yang dalam mekanisme tata cara peradilan pidana berfokus pada pemidanaan yang diubah menjadi proses dialog dan mediasi. Proses ini melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait.Mereka akan bersama-sama menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang adil dan seimbang bagi pihak korban maupun pelaku. Dengan mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan mengembalikan pola baik masyarakat.

Prinsip dasar Restorative Justice adalah adanya pemulihan kepada korban yang menderita akibat kejahatan dengan memberikan ganti rugi kepada korban, perdamaian, pelaku melakukan kerja sosial, maupun kesepakatan-kesepakatan lainnya.Hukum yang adil dalam keadilan restorative justice tentunya tidak berat sebelah, tidak memihak, tidak sewenang-wenang, dan hanya berpihak pada kebenaran sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, serta mempertimbangkan kesetaraan hak kompensasi dan keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan. Restorative Justice menjadi alternatif penyelesaian kasus tindak pidana ringan untuk mewujudkan keadilan hukum yang lebih memanusiakan manusia di hadapan hukum.

Beliau juga menyampaikan contohnya proses peradilan pencurian, apabila tertangkap pak kapolres akan memeriksa ketika perkara sudah terpenuhi maka dilanjutkan ke pengeadilan maka terdakwa pencuri tersebut di bawa kejaksaan untuk disidangkan, kemudian setelah disidangkan diputuskan oleh pengadilan negeri, Namun untuk hal seperti ini bila terjadi lagi apabila hasil curian masih bisa ditemukan dan dikembalikan ke korban maka bisa dilakukan restorative justice dengan cara perdamaian tanpa harus sidang kepengadilan dan tanpa harus menjalani pidana proses yang dilakukan tetap sama dari kapolres kepenyidik serahkan kejaksaan kemudian di dikejaksaan dilakukan upaya restorative justice dengan cara perdamaian dengan syarat barang bukti ada dan latar pelakunya masih remaja pihak jaksa memanggil pihak keluarga dari terdakwa dan dari korban kemudian dihadiri pula tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat yang ada dihadirkan dikejaksaan dilakukan upaya perdamaian, dan utnuk itu perkara bisa dilakukan restorative justice sehingga tidak perlu dihukum dipengadilan. “ujarnya”.

Dikatehui setelah melakukan sambutan dan pembahasan terkait penjelasan Restorative Justice beliau dan Wakil Bupati Way Kanan serta Kepala Kejaksaan Negeri Way Kanan melakukan pemotongan pita untuk peresmian rumah restorative justice di balai tiuh kampung Lembasung.

Penulis : Fhajar Gunando Marga

Photo By : Dinas Komunikasi dan Informatika